Laman

Minggu, 30 Januari 2011

makalah tentang kebersihan BBL

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 KEBERSIHAN KULIT BAYI
Orang tua yang memiliki kekhawatiran tentang perawatan fisik bayinya, harus diyakinkan bahwa ada lebih dari satu cara yang benar dalam menangani berbagai aspek fisik perawatan bayinya.
Bayi tidak perlu mandi lengkap setiap harinya. Kepala dan popok bayi baru lahir perlu dilap setiap kali area tersebut kotor. Rutinitas “puncak dan ekor” ini harus dilakukan menggunakan sabun ringan, tanpa kandungan deodoran, dan area tersebut harus dikeringkan dengan seksama.
Mandi lengkap dapat dilakukan sesekali bagi orang tua jika memiliki waktu senggang untuk membuat peristiwa tersebut dapat membuat rileks bayinya. Orang tua harus diberi tahu agar tidak meninggalkan bayi sendirian dikamar mandi. Sampo, sabun, handuk, dan pakaian bersih harus dipersiapkan sebelum memulai memandikan bayi. Karpet mandi anti selip dapat mencegah bayi tergelincir.
Perawatan kulit yang tertutup oleh popok sangat penting. Perawatan kulit harus dimulai dengan mengganti popok secara teratur dan dengan membersihkan kulit secara seksama dengan menggunakan sabun dan air atau dengan menggunakan waslap. Tidak perlu menggunakan bedak dan krim secara teratur pada bayi.
Gejala yang paling sering timbul yang berhubungan dengan kebersihan kulit bayi yaitu ruam popok dan cradlle cap. Penggunaan krim barier yang mengandung zink oksida (misal desitin) kadang-kadang dapat mengatasi ruam popok pada tahap paling awal.
2.1.1 RUAM POPOK
Sebagian besar merupakan dermatitis / reaksi kulit terhadap amoniak dalam urin dan kontaminasi bakteri yang berasal dari feses, serta udara yang lembab karena jarang mengganti popok.
Penting untuk mencatat lokasi, distribusi masalah dan apakah terdapat kemerahan menyeluruh, ruam atau kedua–duanya. Ruam popok ringan akibat berbagai iritasi muncul sebagai area datar yang kemerahan tanpa terlalu banyak lipatan kulit yang terkena. Kulit yang bermasalah harur dibersihkan dengan sabun ringan dan air hangat kuku. Bayi akan mengalami distress ketika area tersebut dibersihkan. Kapanpun memungkinkan, area yang tertutup harus dibiarkan terbuka sehingga udara dapat bersirkulasi. Apabila popok harus digunakan, sering-sering ganti popok pada tahap awal iritasi, krim barier zink oksida ( desitin ) dapat mencegah ruam bayi lebih lanjut.
Bayi memperlihatkan adanya lesi eritematosa yang nyata, yang juga mengenai lipatan kulit dan lesi satelit – satelit pada jarak tertentu dari perineum dan anus. Ruam popok mungkin disebabkan oleh candida albicans (jamur). Bayi yang alami ruam karena jamur akan merasa nyeri. Kelainan ini biasanya tidak menular dan jika diobati akan pulih kembali dalam waktu 72 jam, kecuali jika mengalami infeksi jamur yang ditandai dengan kulit berwarna merah terang disertai dengan bercak-bercak dengan tepi tegas, kadang-kadang teraba kasar dengan bisul-bisul kecil disekitar bagian yang tertutup popok, selangkangan, dan lipatan paha.
Untuk pencegahannya,jaga agar kulit bokong,selangkangan, dan lipatan paha senantiasa kering dan gantilah popok sesring mungkin serta membersihkan area yang sakit dengan menggunakan lap dan air hangat kuku, hal tersebut cukup membantu penyembuhan.
Bila ada pengelupasan kulit, vesikula / eksudat, orang tua harus seger evakuasi bayi. Kadang ruam kulit ringan secara sekunder diinfeksi oleh stafilococcus / streptococcus sehingga menyebabkab impetigo. Virus herpes simpleks / histiositosis dapat menyebabkan ruam popok walau kasus ini jarang ditemui. Jika bayi ditemui sering ruam popok, kaji orang tua apakah ikuti praktek higienis.
2.1.2 CRADLE CAP
Cradle cap (kekanak-kanakan atau neonatal dermatitis seboroik , juga dikenal sebagai lactea crusta, kerak susu, penyakit sarang madu) adalah kekuningan, merata, berminyak, kulit bersisik dan mengeras ruam yang terjadi pada kulit kepala bayi yang lahir baru-baru ini. Hal ini biasanya tidak gatal, dan tidak mengganggu bayi.
Cradle cap paling sering dimulai kapan di 3 bulan pertama. Gejala serupa pada anak-anak yang lebih tua lebih mungkin ketombe dari cradle cap. Ruam ini sering menonjol di sekitar telinga, alis atau kelopak mata. Mungkin muncul di lokasi lainnya, di mana hal itu disebut dermatitis seboroik daripada cradle cap. Beberapa negara menggunakan capitis pityriasis istilah untuk cradle cap. Hal ini sangat umum, dengan sekitar separuh dari semua bayi yang terkena. Sebagian besar dari mereka memiliki versi ringan dari kekacauan.
Penyebab cradle cap tidak didefinisikan secara jelas tetapi tidak disebabkan oleh alergi, infeksi atau dari kebersihan yang buruk. Mungkin itu ada hubungannya dengan terlalu aktif kelenjar minyak pada kulit bayi yang baru lahir, karena ibu hormon masih berada dalam sirkulasi bayi. Kelenjar merilis sebuah zat berminyak yang membuat sel-sel kulit lama menempel pada kulit kepala, bukan jatuh saat kering.
Solusi sesuai dengan kasus-kasus ringan. Jika kondisi mengental, berubah merah dan teriritasi, mulai menyebar, akan muncul di bagian tubuh lain, atau jika bayi terus-menerus mengembangkan ruam popok , intervensi medis direkomendasikan. infeksi jamur ( tinea capitis ) dan kudis dapat meniru cradle cap
Cradle cap ini kadang-kadang terkait dengan gangguan kekebalan tubuh. Jika bayi tidak berkembang dan memiliki masalah lain (misalnya diare ), seorang dokter harus dikonsultasikan.
Masalah ini dapat dihilangkan dengan melakukan masase lembut pada kulit kepala dengan minyak sayur / minyak zaitun dan dihilangkan dengan menggunakan sampo dan menggunakan sisir yang bergigi rapat. Masalah ini akan hilang jika bayi sering dikeramas dan disisir.
2.2 KEAMANAN PADA BAYI
Sejak bayi datang kerumah, orang tua harus memindai adanya bahaya lingkungan yang dapat menimbulkan resiko keamanan. Pada bulan-bulan pertama, resiko terutama berhubungan dengan jatuh (meja, atau tempat duduk bayi) atau terjepit diantara batang-batang tempat tidur bayi. Orang tua bayi harus berfikir untuk menggantung barang-barang sehingga tidak dapat dijangkau. Dan memindahkan bantal dan mainan lunak yang dapat menyebabkan sufokasi.
American academy of pediatrics task force on infant sleep position and sudden infant death syndrome merekomendasikan perubahan posisi tidur dari posisi prone ke posisi supine pada tahun 1992. Karena ada bukti kuat bahwa bayi harus diubah pada posisi supine(telentang). Saat tidur posisi ini meminimalisir resiko sindrom kematian mendadak (sudden infant death syndrome / SIDS). Berdasarkan riset, kematian akibat SIDS berkurang. Riset berlanjut tentang faktor lain yang berperan dalam SIDS antara lain :
1. Terdapat asosiasi antara SIDS dengan permukaan kasur yang empuk
2. Pemasangan kasur yang longgar
3. Asap rokok ibu
4. Berbagi tempat tidur dengan banyak anggota keluarga
5. Terlalu kepanasan
6. Kelahiran kurang bulan
Di sini bidan mempunyai posisi ideal untuk berbicara dengan anggota keluarga tentang pengaturan tidur, dan untuk mengingatkan agar tak seorangpun merokok dimana bayi berada. Data terkini menyebutkan, tidak mendukung keyakinan yang dimiliki banyak orang bahwa BBL harus diatur pada posisi tengkurap guna mencegah aspirasi makanan yang teregugirtasi, bayi harus selalu diatur dalam posisi supine untuk tidur dapat mengalami keterlambatan dalam mencapai tahap penting perkembangan, yaitu berguling, yang sebelumnya dapat dicapai pada bayi usia 4 bulan (20 minggu).

 VARIASI UMUM DALAM 6 MINGGU PERTAMA
Ada variasi tertentu diantara bayi yang sama – sama merupakan kekhawatiran orang tua dan pemberi perawatan. Dalam setiap hal, bidan harus tetap waspada terhadap tanda dan gejala yang menunjuk ke masalah pokok yang lebih serius.


BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Kebersihan kulit bayi merupakan hal penting yang harus diperhatikan. Orang tua harus sering membersihkan kulit bayi dari keringat dan kotoran terutama daerah genital. Popok bayi harus sering diganti agar bayi terhindar dari ruam popok. Daerah kepala bayi juga harus dijaga kebersihannya agar tidak menimbulkan crradle cap. Bayi harus sellalu dijaga keamanannya agar bayi tidak jatuh.

2. Saran
Kebersihan kulit bayi perlu benar-benar dijaga. Walaupun mandi dengan membasahi seluruh tubuh tidak harus dilakukan setiap hari, tetapi bagian-bagian seperti muka, bokong, dan tali pusat perlu dibersihkan secara teratur. Sebaiknya orang tua atau orang lain yang ingin memegang bayi diharuskan untuk mencuci tangan terlebih dahulu. Sedangkan dalam menjaga keamanan bayi yaitu jangan sekalipun meninggalkan bayi tanpa ada yang menungggu. Selain itu juga perlu dihindari untuk memberikan apapun ke mulut bayi selain ASI, karena bayi bisa tersedak dan jangan menggunakan alat penghangat buatan di tempat tidur bayi.













Daftar Pustaka

1) http://www.pgbeautygroomingscience.com/role-of-lipid-metabolism-in-seborrheic-dermatitis-dandruff.html
2) Djuanda,adji,Prof,Dr,spkk,dkk.2010. MIMS Indonesia petunjuk konsultasi.Jakarta.CMP MEDIKA



By : insani miftachul janah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar